NILAI AGAMA YANG MENDOMINASI SEBUAH KISAH
(Novel / cerita cinta religius)
Menurut Jakob Sumardjo, sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, dan keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkrit yang membangkitkan pesona dengan bahasa sebagai mediumnya. Melalui sastra manusia akan menuangkan segala idenya, dan tidak sedikit pengarang yang menyertakan suatu realita dalam karyanya. Sehingga pesan yang kita dapatkan sebagai pembaca berkaitan dengan masalah yang kita hadapi dalam keseharian kita. Baik itu masalah sosial, agama, ekonomi, politik, dan yang paling banyak kita dapatkan dalam karya-karya sastra fiksi sekarang ini adalah berkauitan dengan masalah cinta. Entah itu dari sebuah novel, puisi, ataupun drama yang ketiganya merupakan karya prosa fiksi.
Dalam tulisan ini akan difokuskan pada karya prosa fiksi yang berbentuk novel dengan tema percintaan. Tema percintaan itu tidaklah sedikit ada cerita cinta yang biasa atau teenlit, ada cerita cinta yang bersifat dewasa atau biasa disebut dengan chicklit, juga ada cerita cinta yang religius. Cerita cinta religius biasa juga dikenal sebagai novel remaja islami.